Informasi kehamilan, Kesehatan Ibu dan Anak

May 26, 2010

Arti dan Ciri Jabatan Profesional
a. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir.
Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.
b. Secara populer, seseorang yang bekerja dibidang apapun sering diberi predikat profesional. Seorang pekerja profesional dalam bahasa keseseharian adalah seorang pekerja yang terampil atau cakap dalam kerjanya meskipun keteranpilan atau kecakapan tersebut merupakan hasil minat dan belajar dan kebiasaan.
c. Pengertian jabatan profesional perlu dibedakan dengan predikat profesional yang diperoleh dari jenis pekerjaan hasil pembiasaan melakukan keterampilan tertentu ( melalui magang/ keterlibatan langsung dalam situasi kerja tertentu dan mendapatkan keterampilan kerja sebagai warisan orang tuanya atau pendahulunya.

PENGERTIAN PROFESIONAL
a. Seorang pekerja profesional dalam bahasa keseharian adalah seorang pekerja yang terampil atau cakap dalam kerjanya.
b. Pengertian jabatan profesional harus dibedakan dengan jenis pekerjaan yang merupakan suatu keterampilan tertentu ( mis : jenis pekerjaan yang didapat dari hasil magang, karena situasi kerja dilingkungan, karena diwariskan orang tua atau pendahulunya).
c. Secara populer seseorang pekerja dibidang apapun sering di beri predikat profesional.
d. Seseorang pekerja profesional dlm bahasa keseharian adalah seorang pekerja yg terampil atau cakap dlm kerjanya, biarpun keterampilan itu atau kecakapan itu produk dari fungsi minat dan belajar serta kebiasaan.
e. Seorang Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.
f. Menurut T.Raka joni, 1980: Seorang pekerja profesional perlu dibedakan dengan teknisi, keduanya dapat saja terampil dalam unjuk kerja yang sama, tetapi pekerja profesional harus menguasai visi yang mendasari keterampilannya yang menyangkut wawasan filosofis, pertimbangan rasional, dan memiliki sikap positif dalam melaksanakan serta mengembangkan mutu karyanya.

CIRI-CIRI PROFESIONAL
1. Bagi pelakunya secara nyata (de facto) dituntut berkecakapan kerja (keahlian)sesuai dgn tugas-tugas khusus serta tuntutan dari jenis jabatannaya
2. Kecakapan atau keahlian seseorang pekerja profesional bukan sekedar hasil pembiasaan atau latihan rutin yg terkondisi,tetapi perlu didasari oleh wawasan keilmuan yg mantap.
3. Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yg luas, sehingga pilihan jabatan serta kerjanya didasari oleh kerangka nilai tertentu, bersikap positif terhadap jabatannya dan perannya dan bermotivasi serta berusaha u/ berkarya sebaik-baiknya.
4. Jabatan Profesional perlu mendapatkan pengesahan dari masyarakat dan atau negaranya

CIRI-CIRI JABATAN PROFESIONAL
pekerjaan profesional mempunyai ciri-ciri :
1. Memerlukan pendidikan khusus (memerlukan pendidikan pra jabatan yang relevan).
2. Kecakapan pekerja profesional harus memenuhi syarat yang telah dibakukan oleh pihak berwenang (mis : organisasi profesi, konsorsium dan pemerintah)
3. Jabatan tersebut mendapat pengakuan dari masyarakat dan atau negara.

Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Secara rinci ciri-ciri jabatan profesional adalah sebagai berikut :
1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Jabatan Profesionalisme Bidan
Jabatan Struktural
Jabatan yg secara tegas ada dan di atur berjenjang dalam suatu organisasi

Jabatan Fungsional
Jabatan yg ditinjau serta di hargai dri aspek fungsinya yangg vital dalam kehidupan masyarakat dan negara.
a. Bidan jabatan fungsional
b. Bidan mendapat tunjangan fungsional

Kewajiban Bidan terhadap Profesinya
1. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat.
2. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perilaku profesional Bidan
1. Bertindak sesuai keahliannya
2. Mempunyai moral yang tinggi
3. Bersifat jujur
4. Tidak melakukan coba-coba
5. Tidak memberikan janji yang berlebihan
6. Mengembangkan kemitraan
7. Terampil berkomunikasi
8. Mengenal batas kemampuan
9. Mengadvokasi pilihan ibu

Peraturan Dan Perundangan Yang Mendukung Keberadaan Profesi Bidan
Organisasi Bidan
a. Kepmenkes No. 491/1968 tentang peraturan penyelenggaraan Sekolah Bidan
b. No. 363 /Menkes/Per/IX/1980 tentang wewenang Bidan
c. No. 386/Menkes/SK/VII/1985 tentang penyelenggaraan program pendidikan bidan
d. No. 329.Menkes/VI/Per/1991 tentang masa bakti bidan
e. Instruksi Presiden Soeharto pada Sidang Kabinet Parnipurna tentang perlunya penempatan bidan didesa
f. Peraturan Menteri kesehatan RI No.572 th 1994 tentang Registrasi dan Praktek Bidan
g. Peraturan pemerintah No.32 th 1996 lembaran Negara No 49 tentang Tenaga Kesehatan
h. KepMenkes No.077a/Menkes/SK/III/97 Tentang petunjuk teknis pelaksanaan masa bakti bidan PTT dan pengembangan karir melalui praktek bidan perorangan di Desa
i. Surat Keputusan Presiden RI No 77 th 2000 tentang perubahan atas keputusan Presiden No.23 th 94 tentang Pengangkatan bidan sebagai PTT.

sumber
1. Estiwidani, Meilani, Widyasih, Widyastuti, Konsep Kebidanan. Yogyakarta, 2008.
2. Syofyan,Mustika,et all.50 Tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan Cetakan ke-III Jakarta: PP IBI.2004
3. Depkes RI Pusat pendidikan Tenaga Kesehatan. Konsep kebidanan,Jakarta.1995


0 comments:

Post a Comment

Labels

100% manjur 1001 khasiat Agama Islam Akupunktur Alpukat Alzheimer anak dan balita Anemia Artikel Kesehatan Khusus Bayi Artikel Kesehatan Khusus Ibu Hamil Artikel Kesehatan Khusus Wanita Artikel Kesehatan Umum Asam Lambung asam urat Batu Ginjal Batuk Bronkitis Batuk Perokok bayi Bayi dan balita Berita Bersin-bersin Buah Bagi Wanita Dan Pria Cara Cepat Hamil Darah Rendah Darah Tinggi Demam Berdarah diabetes Diabetes dan Jantung Fakta Kesehatan Gangguan Pendengaran Gaya hidup Gizi Nutrisi Glaukoma Gondok Gonorhoe Gusi Bengkak Hidung Mimisan Hipnoterapi Ibu dan Anak Ilmu Kebidanan Ilmu Kedokteran Ilmu Keperawatan Info jenis2 Penyakit Info Kesehatan Info Kesehatan Ibu dan Anak Info Kesehatan Lainnya Info Khasiat Herbal dan Gizi Makanan info sehat Info Umum Insomnia Jahe Jantung Koroner Jaringan Hewan Jaringan Tumbuhan Kaki Pecah Pecah Kandung Kemih Lemah Kandungan/Khasiat kanker Kanker Darah Kanker Kelenjar Getah Bening Kanker Otak Kanker Paru-paru Kanker Payudara Kanker Prostat Kanker Rahim Kanker Usus Kasiat/Manfaat Kecanduan Alkohol Kecanduan Narkoba Kecantikan dan Produk Perawatan Kecil Berbahaya Kehidupan Keperawatan Maternitas Keperawatan Medikal Bedah Keropos Tulang kesehatan kesehatan anak Kesehatan Bayi Kesehatan Gigi dan Mulut kesehatan ibu Kesehatan Reproduksi Kesehatan Sex Kesehatan Wanita Kesuburan Sperma-Ovum Khasiat dan Manfaat Kisah kista konsep kebidanan Kumpulan Leaflet Kumpulan SAP Kurang Darah Kurang Tidur Lain Lain Lemah Syahwat macam penyakit Makanan Makanan dan Minuman Manfaat Buah dan Tanaman Bagi Kesehatan Manfaat Buah-buahan Manfaat dan Khasiat Bunga menyusui Migrain Migren Miom Mitos Mitos Impotensi Nama Bayi Nutrisi Bumil obat Obat Herbal olahraga opini Penyakit Penyakit Baru Akibat Teknologi penyakit jantung Penyakit Liver Perawatan Kulit Wanita Pertumbuhan Tanaman Pertumbuhan Tulang Perut Kembung Pikun Pola Hidup Unik Sehat Prostat Radang Paru Radang Tenggorokan Rambut Rambut Rontok Rambut Uban rematik Resep Sariawan Sejuta Tips Sembelit Sering Mengantuk Sinusitis Siphilis Sistem Gerak sperma stroke Susah Konsentrasi Susah Tidur Tanaman Herbal Dan Khasiatnya Tbc Teh Hijau Terapi dan Penyakit Terapi Kesehatan Thalasemia Tips Tips Cepat Hamil Tips Hamil Tips kecantikan Tips sehat Tips Sehat Alami Tips-tips Tomat tumor Umum Usus Lemah Usus Luka Varises Wanita Wanita Dan Jenis Penyakitnya Wanita Dan Masalahnya Wasir