Informasi kehamilan, Kesehatan Ibu dan Anak

Sep 27, 2011



Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan atau penghentian kehamilan sebelum waktunya, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu (5-8 bulan). Akibatnya akan lahir bayi prematur dengan berat lahir antara 500 gram sampai kurang dari 2.500 gram.

Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau mungkin harus membutuhkan pengobatan khusus di perawatan yang intensif karena organ-organ penting seperti paru, hati, usus, dan sebagainya, masih belum bekerja dengan baik.

Persalinan prematur sering kali tidak diketahui penyebabnya. Menurut penelitian di Indonesia dilaporkan bahwa sekitar 60%-70% di antaranya terjadi akibat adanya infeksi baik di dalam kandungan maupun di luar kandungan. Penyebab lain mungkin berhubungan dengan adanya pre-eklampsia yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin, dan bengkak di kedua tungkai.

Beberapa risiko terjadinya persalinan prematur di antaranya adalah apabila:

1. terdapat robekan selaput ketuban sebelum waktunya,
2. pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya,
3. kehamilan kembar,
4. riwayat operasi pada perut selama kehamilan misalnya operasi usus buntu,
5. cairan ketuban terlalu sedikit,
6. pernah mengalami perdarahan dari kemaluan setelah kehamilan 16 minggu,
7. bentuk rahim yang tidak normal,
8. ibu berusia kurang daripada 16 tahun,
9. riwayat infeksi ginjal atau kandung kemih,
10. menderita keputihan,
11. pelepasan ari-ari sebelum waktunya,
12. pekerjaan fisik yang berat,
13. merokok selama kehamilan,
14. menggunakan obat-obatan dengan efek samping timbulnya kontraksi rahim, misalkan obat flu.

Gejala persalinan prematur adalah: bila terdapat penambahan jumlah lendir di vagina, adanya rasa kram seperti haid yang hilang timbul, terasa adanya tekanan dengan irama yang teratur di daerah panggul, sakit punggung yang berhubungan dengan rasa kram di perut. Mereka yang mengalami hal seperti diatas hendaknya langsung menghubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Dokter akan menilai gejala Anda dan memeriksa panggul untuk melihat sejauh mana mulut rahim anda membuka dan menipis. Akan digunakan alat monitor diluar rahim untuk mengukur dan menilai kontraksi rahim yang terjadi.

Kemudian akan ditentukan apakah kehamilan tersebut masih dapat dipertahankan atau tidak. Semakin lama kehamilan Anda berlanjut, semakin baik kemungkinan bayi untuk bertahan setelah dilahirkan dan mengurangi lama waktu perawatan bayi berada dalam perawatan intensif.

Mempertahankan kehamilan juga harus dipertimbangkan keadaan ibu dan kesejahteraan janin di dalam rahim, sehingga dapat diputuskan apakah mempertahankan janin dalam rahim akan lebih baik dibandingkan bila bayi segera dilahirkan. Pada beberapa keadaan tertentu seperti oligohidramnion (kurangnya air ketuban dalam kantung amnion),mungkin akan lebih baik janin hidup di luar kehamilan dibandingkan dengan dipertahankan di dalam rahim.

Beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk menghentikan adanya persalinan prematur di antaranya adalah: rawat inap dengan tirah baring (bed rest) di rumah sakit dan memonitor timbulnya kontraksi rahim yang berkelanjutan, pemberian obat untuk menghentikan kontraksi rahim,pemeriksaan laboratorium darah, air kemih dan sel-sel mulut rahim dan vagina untuk memastikan adanya infeksi, melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG)untuk memeriksa kondisi janin, usia janin, letak dan melihat posisi janin dalam rahim serta letak dan adakah pelepasan plasenta, bila mungkin melakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosintesis) dan menilai apakah paru-paru bayi sudah matang atau belum.

Dengan demikian keputusan tindakan selanjutnya pada persalinan prematur ini dapat dipertimbangkan secara matang. Kembali kepada kasus nyonya M di atas, seyogianya segera dikonsultasikan ke dokter ahli kandungan untuk mencari penyebab persalinan prematur dan mencegah agar tidak terjadi persalinan prematur kembali.

Berikut beberapa saran bila Anda mempunyai risiko mengalami persalinan prematur: mengunjungi dokter setiap 2 minggu setelah kehamilan trimester kedua (20 minggu sampai 40 minggu atau 5 bulan sampai cukup bulan) untuk memeriksa dan menilai keadaan kehamilannya, istirahat cukup, menjaga kebersihan alat kelamin Anda, belajar mengenali kontraksi rahim dengan perabaan tangan Anda pada perut.

Periksa adanya kontraksi rahim Anda secara teratur dan catat kontraksi tersebut dalam buku catatan kecil Anda, belajar tentang tanda dan gejala lain dari persalinan prematur serta menghubungi pelayanan kesehatan Anda jika Anda memiliki tanda dan gejala dari persalinan prematur. Hindari rangsangan pada puting susu Anda (karena dapat menyebabkan kontraksi rahim) serta menghindari hubungan seksual jika orgasme atau hubungan seksual tersebut menyebabkan kontraksi rahim akibat adanya cairan sperma dalam vagina.

Semoga dengan menjalankan kiat ini dapat mencegah terjadinya persalinan prematur pada kehamilan sekarang.

* Dr Fitriyadi Kusuma, SpOG, Staf pengajar Bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

0 comments:

Post a Comment

Labels

100% manjur 1001 khasiat Agama Islam Akupunktur Alpukat Alzheimer anak dan balita Anemia Artikel Kesehatan Khusus Bayi Artikel Kesehatan Khusus Ibu Hamil Artikel Kesehatan Khusus Wanita Artikel Kesehatan Umum Asam Lambung asam urat Batu Ginjal Batuk Bronkitis Batuk Perokok bayi Bayi dan balita Berita Bersin-bersin Buah Bagi Wanita Dan Pria Cara Cepat Hamil Darah Rendah Darah Tinggi Demam Berdarah diabetes Diabetes dan Jantung Fakta Kesehatan Gangguan Pendengaran Gaya hidup Gizi Nutrisi Glaukoma Gondok Gonorhoe Gusi Bengkak Hidung Mimisan Hipnoterapi Ibu dan Anak Ilmu Kebidanan Ilmu Kedokteran Ilmu Keperawatan Info jenis2 Penyakit Info Kesehatan Info Kesehatan Ibu dan Anak Info Kesehatan Lainnya Info Khasiat Herbal dan Gizi Makanan info sehat Info Umum Insomnia Jahe Jantung Koroner Jaringan Hewan Jaringan Tumbuhan Kaki Pecah Pecah Kandung Kemih Lemah Kandungan/Khasiat kanker Kanker Darah Kanker Kelenjar Getah Bening Kanker Otak Kanker Paru-paru Kanker Payudara Kanker Prostat Kanker Rahim Kanker Usus Kasiat/Manfaat Kecanduan Alkohol Kecanduan Narkoba Kecantikan dan Produk Perawatan Kecil Berbahaya Kehidupan Keperawatan Maternitas Keperawatan Medikal Bedah Keropos Tulang kesehatan kesehatan anak Kesehatan Bayi Kesehatan Gigi dan Mulut kesehatan ibu Kesehatan Reproduksi Kesehatan Sex Kesehatan Wanita Kesuburan Sperma-Ovum Khasiat dan Manfaat Kisah kista konsep kebidanan Kumpulan Leaflet Kumpulan SAP Kurang Darah Kurang Tidur Lain Lain Lemah Syahwat macam penyakit Makanan Makanan dan Minuman Manfaat Buah dan Tanaman Bagi Kesehatan Manfaat Buah-buahan Manfaat dan Khasiat Bunga menyusui Migrain Migren Miom Mitos Mitos Impotensi Nama Bayi Nutrisi Bumil obat Obat Herbal olahraga opini Penyakit Penyakit Baru Akibat Teknologi penyakit jantung Penyakit Liver Perawatan Kulit Wanita Pertumbuhan Tanaman Pertumbuhan Tulang Perut Kembung Pikun Pola Hidup Unik Sehat Prostat Radang Paru Radang Tenggorokan Rambut Rambut Rontok Rambut Uban rematik Resep Sariawan Sejuta Tips Sembelit Sering Mengantuk Sinusitis Siphilis Sistem Gerak sperma stroke Susah Konsentrasi Susah Tidur Tanaman Herbal Dan Khasiatnya Tbc Teh Hijau Terapi dan Penyakit Terapi Kesehatan Thalasemia Tips Tips Cepat Hamil Tips Hamil Tips kecantikan Tips sehat Tips Sehat Alami Tips-tips Tomat tumor Umum Usus Lemah Usus Luka Varises Wanita Wanita Dan Jenis Penyakitnya Wanita Dan Masalahnya Wasir